RADAR JEMBER - Viralnya temuan ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Madurejo 02, Kecamatan Pasirian, Lumajang, memicu sorotan publik terhadap kualitas pengawasan makanan bagi siswa sekolah.
Kasus ini mencuat setelah video berdurasi 37 detik beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat seekor ulat putih kecil merayap di atas potongan daging ayam yang baru dibagikan kepada siswa.
Seorang guru yang menyaksikan kejadian itu langsung meminta seluruh lauk segera ditarik dan dikembalikan.
Baca Juga: DPRD Lumajang Evaluasi Pelayanan Sampah di Perkotaan, Begini Rekomendasi dan Sarannya
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026, saat menu MBG dibagikan kepada siswa yang sedang mengikuti kegiatan olahraga.
Menanggapi kejadian itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta pihak sekolah melakukan evaluasi dengan mewajibkan siswa makan secara tertib di dalam kelas.
Menurutnya, kemungkinan kontaminasi bisa terjadi karena siswa makan di luar ruangan atau di bawah pohon sehingga rawan terkena hewan dari lingkungan sekitar.
Namun, pernyataan tersebut justru menuai reaksi publik. Banyak pihak menilai fokus utama seharusnya tertuju pada kualitas pengolahan, distribusi, dan pengawasan makanan, bukan pada lokasi siswa saat makan.
Di tengah polemik yang berkembang, sikap DPRD Lumajang juga menjadi sorotan karena memilih bungkam dan menyebut persoalan tersebut bukan ranah mereka untuk dikomentari.
Kasus ini akhirnya memunculkan pertanyaan besar tentang standar higienitas serta pengawasan program MBG yang seharusnya menjamin keamanan pangan bagi para siswa.
Editor : M. Ainul Budi