RADAR JEMBER - AKSI pungli yang terjadi di Tumpak Sewu sering meresahkan pengunjung. Sebab kejadiannya sudah dua kali dan menimbulkan kesan negatif.
Dinas Pariwisata Lumajang menegaskan, agar siapapun bisa melapor jika menemukan kejadian serupa.
Nur Amalia, salah satu pengunjung mengaku keindahan Tumpak Sewu memang bisa diacungi jempol.
Namun, aksi pungli yang terjadi beberapa waktu lalu membuatnya was-was. Khawatir kejadian itu terulang lagi dan menimpa banyak pengunjung.
Menurutnya, aksi itu membuat pengunjung resah, meski harga tiketnya terjangkau tapi tarikan di dasar sungai bisa merugikan pengunjung dan potensi wisata di Lumajang.
“Yang jelas merasa kesal ya, sudah bayar tiket kok bayar lagi. Harapannya pengawasan lebih diperketat untuk mengantisipasi hal-hal semacam Itu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menjelaskan sejauh ini berdasarkan aturan yang berlaku pengelolaan tumpak sewu di Lumajang sudah sesuai dengan ijin dari PUSDA Provinsi.
Pihak pengelola melakukan tarikan tiket di wilayah yang sudah ditentukan.
“Sejauh ini temen-teman sudah patuh dan menarik tiket di loket,” tambahnya.
Dia menegaskan, jika ditemukan hal serupa pihaknya meminta untuk segera melapor agar kejadian itu tidak terulang lagi.
“Kami meminta untuk melapor, dan akan diteruskan ke instansi terkait. Kami tidak bisa menindak. Karena tugas kita membina, memfasilitasi agar destinasi wisata di Lumajang makin berkembang,” pungkasmya. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis