Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aksi Nyata Komunitas Lingkungan di Lumajang Ini, Selamatkan Sepuluh Sumber Mata Air

Atieqson • Rabu, 6 Mei 2026 | 21:59 WIB
TANAM: Anggota komunitas pecinta lingkungan (Kopling) Pronojiwo saat melakukan penghijauan, beberapa waktu lalu. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
TANAM: Anggota komunitas pecinta lingkungan (Kopling) Pronojiwo saat melakukan penghijauan, beberapa waktu lalu. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

 

TAMANAYU, Radar Semeru - Sejak terbentuk tahun 2017, komunitas pecinta lingkungan (Kopling) Pronojiwo terus melakukan penghijauan di kawasan lereng curam. Sampai-sampai ancaman krisis air selama kemarau bisa ditekan. Sepuluh mata air kembali keluar.

Sebelumnya, sebagian desa di wilayah Pronojiwo mulai merasakan debit air yang mulai menurun. Sebab, ada beberapa wilayah di kawasan lereng mengalami penurunan tutupan vegetasi dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Lagi, Motor Warga Lumajang Dicuri Maling Pelaku Beraksi Dalam Hitungan Detik

Anggota Kopling Husain, menjelaskan, gerakan ini berawal dari keprihatinan terhadap semakin banyaknya kawasan yang gundul dan berkurangnya pohon besar di wilayah Pronojiwo.

Menurutnya, kondisi itu berdampak pada matinya sejumlah sumber mata air dan meningkatnya potensi longsor.

 Sehingga komunitasnya berinisiatif melakukan penanaman pohon secara rutin di lahan-lahan yang membutuhkan pemulihan.

“Dulu banyak lahan yang mulai kritis dan sumber mata air berkurang saat musim kemarau. Kami bersama teman-teman berinisiatif melakukan penanaman secara bertahap. Alhamdulillah sekarang beberapa sumber air kembali keluar dan lahan yang dulu gundul mulai hijau,” katanya.

Upaya pelestarian dilakukan melalui penanaman pohon konservasi, penyulaman tanaman, pembibitan mandiri, hingga penanaman tanaman produktif seperti sukun dan sirsak sebagai bagian dari pendekatan pemulihan lahan yang juga memberi nilai manfaat bagi masyarakat.

“Ratusan pohon telah ditanam dan lebih dari 10 sumber mata air yang sebelumnya mati dilaporkan kembali keluar,” tambahnya.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Tekankan Peran Strategis Partai, Muscab PPP Diminta Perkuat Fungsi Aspirasi

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Hertutik, menjelaskan, peran komunitas masyarakat sangat penting dalam mendukung pemulihan kawasan yang rentan longsor dan kekeringan.

Menurutnya, kondisi lahan dengan kemiringan yang cukup tinggi di Pronojiwo membutuhkan penguatan vegetasi sebagai langkah konservasi tanah dan air.

“DLH sangat mengapresiasi komitmen Kopling Pronojiwo dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan penghijauan dan konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memulihkan lahan kritis sekaligus menjaga sumber mata air,” pungkasnya. (son/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#berita lumajang #Lumajang