RADAR JEMBER - Upaya menekan timbulan dan penanganan sampah pada 2025 terus dikebut.
PKK Lumajang terus mendorong pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi produktif lewat pemberdayaan di masyarakat.
Sejauh ini persoalan sampah dianggap selesai saat dibuang.
Padahal, jika dikelola dengan baik justru bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
Data nasional menunjukkan, komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik rumah tangga.
Saat ini upaya pemanfaatan limbah organik, seperti sisa sayur dan buah mulai dikelola dengan baik menjadi media budidaya cacing.
Hasilnya tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi, seperti pakan ternak dan pupuk organik.
“Saat ini limbah bisa diproses kembali menjadi sumber daya produktif. Dalam skala rumah tangga, pengelolaan ini lebih efektif karena sederhana, murah, dan mudah direplikasi,” ucap Ketua TP PKK Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma.
Selain berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Produk hasil olahan memiliki nilai jual dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan, terutama bagi kalangan emak-emak sebagai pengelola ekonomi domestik.
Pihaknya meminta agar warga lainnya ikut aktif mengelola sampah dengan baik sebagai tambahan penghasilan dan ikut berpartisipasi mengurangi timbulan sampah.
“Ini yang menjadi harapan, skala rumah tangga mampu mengelola sampahnya sendiri dan bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah yang mulai menggunung,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis