RADAR JEMBER - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi disertai awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer pada Minggu (19/4) kemarin.
Tak ada dampak signifikan, tapi warga tetap dihimbau untuk tetap waspada.
"Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian.
Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.
Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 31 detik.
"Erupsi Gunung Semeru itu disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan," tuturnya.
Kemudian, Gunung itu kembali erupsi pukul 07.33 WIB dengan visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 110 detik.
Dilanjut erupsi lagi terjadi pada pukul 10.15 WIB dengan visual tidak teramati.
Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.
Mukdas menjelaskan, saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga) dengan
rekomendasi masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis