RADAR JEMBER - Konstelasi politik di tingkat daerah mulai menghangat menyusul munculnya wacana merger antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Menanggapi isu tersebut, DPD Partai NasDem Lumajang secara terang-terangan menyatakan penolakan.
Mereka menegaskan tetap akan berdiri sendiri sebagai partai besar tanpa harus melebur dengan kekuatan politik mana pun.
Wakil Ketua DPD NasDem Lumajang, Nur Hidayati, mengatakan, seluruh kader di akar rumput tetap solid dalam satu barisan.
Pihaknya mengaku keberatan jika partai besutan Surya Paloh tersebut harus kehilangan identitas melalui skema peleburan institusi.
"NasDem tetap kokoh. Kami tidak ingin dan menolak wacana merger dengan partai mana pun," katanya.
Alasan utama penolakan tersebut adalah posisi NasDem yang saat ini sudah mapan di kancah nasional.
Jika menilik hasil Pemilu 2024, NasDem sukses mengamankan posisi lima besar dengan raihan 14.660.516 suara atau setara 9,66 persen.
Modal suara ini dianggap sebagai bukti bahwa fondasi partai sudah sangat kuat.
"Ini
yang harus diluruskan. Kami punya fondasi yang kokoh dan NasDem adalah partai besar di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan untuk dipisahkan atau digabung dengan institusi lain," imbuhnya.
Selain soal merger, internal NasDem Lumajang juga menanggapi kabar burung mengenai bergabungnya Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, santer beredar spekulasi bahwa putra sulung Presiden Jokowi tersebut berencana melakukan 'akuisisi' terhadap partai tersebut.
Menyikapi hal sensitif ini, Nur Hidayati memilih bersikap diplomatis.
Ia menyebut bahwa segala keputusan strategis terkait kepemimpinan dan arah partai merupakan wewenang penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Untuk urusan itu, kami sebagai kader di bawah prinsipnya sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat, Red) terhadap keputusan pusat. Namun, tetap pada koridor awal bahwa kami menolak jika partai ini harus digabung dengan partai lain," pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis