RADAR JEMBER - Kali kebo yang terletak di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo menjdi salah satu wisata yang dikenal sebagai lokasi ancaman erupsi Gunung Semeru dan banjir lahar dingin.
Namun saat ini mulai bertransformasi menjadi spot wisata yang digandrungi.
Pokdarwis Kali Kebo mulai mengubah kawasan itu lewat upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap karakteristik wilayah,
kawasan itu kini menjadi ruang belajar sekaligus wisata yang aman dan menarik.
Ketua Pokdarwis Kali Kebo, Heny Sulistyaningati, menegaskan, kawasan yang memiliki riwayat bencana justru menyimpan potensi besar jika dikelola dengan tepat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap bencana perlu diubah dari rasa takut menjadi kesadaran dan kesiapsiagaan. “Selama ini bencana sering dianggap menakutkan dan membuat wilayah terdampak terbengkalai. Padahal, jika dikelola dengan baik dan tetap mengutamakan keselamatan, kawasan ini bisa memberi manfaat besar,” ucapnya.
Heny menuturkan, geliat pariwisata di Kecamatan Pronojiwo menjadi faktor penting dalam pengembangan Kali Kebo. Tingkat kunjungan wisata yang terus bertumbuh memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.
Adanya wisata unggulan di Pronojiwo mendorong pengelola destinasi terus meningkatkan kapasitas layanan dan kualitas pengelolaan wisata.
“Kali Kebo memiliki potensi besar sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata Lumajang, terutama sebagai destinasi wisata berbasis edukasi kebencanaan,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis