Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Kenaikan Plastik, Kafe di Lumajang Kenakan Tarif Tambahan Rp 2 Ribu Jika Pembelian Secara Take Away

Atieqson • Selasa, 7 April 2026 | 08:19 WIB
LAYANI: Salah satu pegawai kafe di Lumajang sedang melayani pembeli, kemarin.
LAYANI: Salah satu pegawai kafe di Lumajang sedang melayani pembeli, kemarin.

 

RADAR JEMBER - Lonjakan harga komoditas plastik dalam sepekan terakhir mulai memicu kegelisahan di tingkat pelaku UMKM di Lumajang.

Para pemilik usaha kuliner kini terpaksa memutar otak guna menjaga stabilitas arus kas di tengah meroketnya biaya operasional kemasan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, kenaikan harga material plastik mencapai angka yang cukup signifikan.

 Alfiyah, salah satu pemilik kafe Lumajang mengungkapkan, harga wadah plastik seperti cup kopi melonjak hingga 30 persen.

"Awalnya harga per 50 item itu Rp 23.500, sekarang sudah tembus Rp 33.000. Bahkan kantong kresek yang semula Rp 5.000 kini jadi Rp 7.000 per pak," ujar Alfiyah.

Kondisi ini memaksa Alfiyah mengambil keputusan yang cukup berisiko, yakni memberlakukan biaya tambahan sebesar Rp 2.000 per item khusus untuk layanan take away atau bungkus.

Kebijakan ini diambil lantaran efek domino kenaikan harga plastik juga merembet ke bahan baku lain, termasuk es batu kristal yang distribusinya bergantung pada kemasan plastik.

Meski menuai keluhan dari sejumlah pelanggan, Alfiyah mengaku tidak memiliki banyak pilihan.

"Kalau makan di tempat tidak ada tambahan karena pakai alat makan permanen. Tapi

untuk bungkus, tambahan biaya itu mutlak agar usaha tetap stabil," imbuhnya.

Berbeda dengan Alfiyah, strategi lain diterapkan oleh Rifki, seorang pedagang rujak di Lumajang.

Hingga saat ini, ia memilih untuk tidak menaikkan harga maupun membebankan biaya tambahan kepada konsumen.

Hal itu dilakukan karena ia masih mendapatkan stok plastik dengan harga lama di salah satu distributor.

Namun, Rifki menyadari bahwa kondisi tersebut tidak akan bertahan lama.

Ia pun telah menyiapkan langkah antisipasi jika stok harga lama habis.

"Rencananya saya akan mencari wadah dengan kualitas di bawah yang biasa dipakai. Misal yang lebih tipis, asalkan harganya masih masuk di anggaran dan tidak memberatkan pembeli,” pungkasnya. (son)

Editor : Adeapryanis
#harga #plastik #Lumajang