RADAR JEMBER - Pendaki asal Lumajang mengalami kondisi darurat saat melakukan pendakian di Gunung Lemongan Lumajang, beberapa waktu lalu.
Korban mengalami hipotermia akibat kondisi badan yang lemah.
Petugas Pusdalops BPBD Lumajang menyampaikan, jika insiden itu terjadi pada Sabtu malam (28/3), hingga Minggu pagi dengan menimpa dua pendaki berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kejadian itu menimpa Desfita Ayu Kirana (17), seorang pelajar asal Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, yang mendaki bersama sepupunya, Afan (16).
Keduanya melakukan pendakian dengan sistem tektok sejak Sabtu pukul 8 pagi.
Meski sempat mencapai puncak pada siang hari, kondisi Desfita memburuk saat perjalanan turun menuju Pos Guci.
Desfita mulai mengeluh sakit kepala hebat dan lemas.
Kondisi ini diduga akibat sedang dalam masa menstruasi dan diperparah oleh cuaca dingin pegunungan, hingga korban mengalami gejala hipotermia dan pingsan saat sore hari.
“Sepupu korban sempat meminta bantuan kepada pendaki lain, untuk melapor ke basecamp. Laporan baru diterima Pos Registrasi sekitar pukul 20.15 WIB," ujar petugas Pusdalops.
Petugas kesehatan yang tiba di lokasi langsung memberikan penanganan medis darurat, termasuk pemasangan infus di area Watu Gede.
Karena kondisi korban yang lemah tim memutuskan untuk bermalam dan baru melakukan evakuasi saat pagi hari.
"Korban pamit ke orang tuanya untuk berkunjung ke rumah saudara, ternyata malah mendaki alias tidak jujur," pungkasnya. Korban dinyatakan selamat, dan saat itu langsung diserahkan kepada pihak keluarganya. (dea/son)