Radar Jember - Laila Qodriyah Rahma Ramadana, 23, perempuan muda asal Desa Tempeh, Kecamatan Tempeh, Lumajang, berhasil meraih omzet puluhan juta rupiah dari usaha parcel Lebaran. Ide usaha itu muncul saat ia menunggu prosesi wisuda.
Tangan-tangan muda itu tampak sibuk menata biskuit, sirup, hingga cokelat ke dalam keranjang parcel yang dihias pita warna-warni.
Di sudut rumah sederhana di Desa Tempeh, Kecamatan Tempeh, tumpukan parcel tampak menggunung. Satu per satu dirakit dengan teliti, menunggu untuk dikirim ke berbagai daerah.
Di balik ratusan parcel yang tertata rapi itu, ada ketekunan seorang perempuan muda lulusan salah satu universitas di Kota Malang. Ide usaha tersebut muncul saat ia menunggu waktu menuju prosesi wisuda.
Daripada hanya menunggu tanpa aktivitas, Laila mencoba mencari peluang usaha. Ia pun terpikir membuat parcel Lebaran. Awalnya hanya sekadar coba-coba. Namun di luar dugaan, pesanan justru datang bertubi-tubi.
Ketika dihitung, jumlah pesanan yang masuk mencapai lebih dari 200 parcel. Jumlah tersebut tentu tidak mungkin ia kerjakan sendirian. Laila kemudian mengajak pemuda dan pemudi di sekitar rumahnya untuk membantu proses perakitan parcel.
Dengan begitu, pengerjaan bisa lebih cepat sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan tambahan penghasilan menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah bisa memberdayakan teman-teman sekitar. Biasanya mereka bekerja dari pagi sampai selesai, tergantung banyaknya parcel yang harus dikemas,” ujarnya.
Para pekerja tampak telaten menyusun isi parcel. Setiap produk harus ditempatkan dengan rapi agar tampil menarik. Prosesnya tidak sesederhana yang terlihat.
Setiap kemasan harus disusun dengan komposisi yang pas. Jika salah menempatkan produk, tampilan parcel bisa terlihat kurang menarik. Karena itu, ketelitian menjadi kunci dalam proses perakitannya.
Meski melelahkan, kerja keras tersebut terbayar. Dari ratusan parcel yang terjual, Laila mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah dalam satu musim Lebaran.
Apalagi parcel yang dibuatnya memiliki kualitas dan tampilan menarik, sehingga banyak diminati konsumen. Pembelinya pun tidak hanya berasal dari Lumajang, tetapi juga dari luar daerah.
“Rata-rata pesanan dari luar kota, bahkan ada yang dari luar negeri. Biasanya sekali pesan bisa sampai 40 paket,” ungkapnya.
Dengan konsep pelayanan yang tepat waktu dan sistem pemesanan yang amanah, usaha yang diberi nama Omah Parcel Lumajang itu semakin dikenal. Parcel yang dipesan akan langsung dikirim hingga sampai ke tangan penerima.
Bagi Laila, usaha kecil yang dirintis dari rumah itu bukan hanya soal keuntungan. Lebih dari itu, ia bersyukur karena bisa berbagi rezeki dengan pemuda di sekitarnya, sekaligus menghadirkan kebahagiaan kecil lewat bingkisan Lebaran yang ia kirimkan ke berbagai tempat. (dea/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh