RADAR JEMBER - Sejumlah keluhan terkait limbah di sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Lumajang mulai ditindaklanjuti.
Terbaru, Bupati Lumajang Indah Amperawati menutup sementara salah satu SPPG di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, kemarin.
Sebelumnya, Pemkab Lumajang sering mendapat keluhan terkait limbah dapur milik Yayasan Oda Masa Depan Utama.
Kali ini, Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi itu, hasilnya ditemukan dugaan pelanggaran.
Bunda Indah sapaan akrabnya menjelaskan, alasan penutupan sementara SPPG tersebut karena banyak keluhan warga yang masuk ke Pemkab Lumajang terkait limbah yang dihasilkan dapur di kawasan Rowobujel setiap hari.
“Kami terjunkan tim dan berikan saran-saran tapi tidak dilakukan, dan warga masih mengeluh," katanya, kemarin.
Menurutnya, limbah di SPPG tersebut masih mengandung chemical oxygen demand (COD) dan biological oxygen demand (BOD) yang cukup tinggi.
Adapun, COD dan BOD
merupakan parameter kunci kualitas air untuk mengukur polusi organik.
BOD mengukur oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk mengurai bahan organik dalam 5 hari, sedangkan COD mengukur total oksigen untuk mengoksidasi bahan organik atau anorganik secara kimiawi dalam 2-3 jam.
Kadar COD dan BOD yang tinggi menandakan pencemaran air berat. Sehingga, SPPG
itu ditutup sementara mulai Senin (09/02), pekan depan.
Di saat bersamaan, pihaknya juga bakal melaporkan temuan itu ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penutupan sampai instalasinya air limbahnya diperbaiki sesuai standar," pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis