RADAR JEMBER - Ada pemandangan berbeda di Alun-alun Lumajang selama ramadan.
Belasan santri pondok pesantren Bahrusyifa bikin ngabuburit berbeda, jika biasanya banyak yang war atau memburu takjil, mereka malah menghabiskan waktu dengan ngaji on the road (OTR) sambil menunggu waktu berbuka.
Belasan santri tampak khusyuk membaca quran sambil menghafal.
Sementara satu di antaranya sibuk melantunkan ayat quran menggunakan mikrofon.
Kegiatan ini menjadi pemandangan menyejukkan di tengah aktivitas masyarakat yang sedang ngabuburit sambil war takjil.
Mereka tetap fokus sambil duduk beralaskan tikar, membaca quran dengan tertib meski berada di ruang publik yang ramai dilalui warga dan lalu lalang kendaraan.
Tak mudah bagi santri untuk bisa ngaji OTR.
Ada tantangan bagi santri, diminta lebih fokus dengan hiruk pikuk pusat kota dan banyaknya kendaraan yang melintas.
“Kesulitannya pasti ada, karena kita harus lebih fokus dibandingkan di asrama, karena di sini banyak orang lalu lalang. Tapi justru di situlah latihannya,” ucap Alisyah, santri.
Pengasuh pondok pesantren Bahrusyifa Ahmad Fathillah menjelaskan, ngaji OTR menjadi salah satu wadah untuk memanfaatkan fasilitas umum, bukan hanya digunakan untuk kegiatan informal tapi bisa dijadikan untuk kegiatan keagamaan.
Bahkan kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum untuk ikut tergabung ngaji bersama sambil nunggu waktu berbuka puasa.
“Kami tidak hanya mengaji sendiri, tapi juga mengajak masyarakat Lumajang untuk ikut. Mereka bisa menyetorkan hafalan, mengikuti talaqqi, maupun belajar tahsin bersama,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis