RADAR JEMBER - Penemuan bayi baru lahir di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro memang mengagetkan warga setempat.
Namun, yang lebih mengejutkan, saking ekonominya terbatas, orang tua bayi itu menjadikan buku nikah jadi jaminan biaya persalinan.
Hal itu diungkapkan oleh bidan desa yang menangani persalinan ibu bayi tersebut.
Sebelumnya, ibu bayi yang bernama Lia Seftianti, warga Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo beralasan pulang lebih cepat dengan membawa bayinya.
“Lahirnya di tempat praktek saya jam 8.40 WIB, ibunya datang sudah pembukaan lengkap dan ketuban pecah, jadi persalinannya normal, ibunya ngakunya itu anak kedua," kata Hanifah, bidan Kandangan di Puskesmas Senduro.
Belakangan diketahui, Lia Seftianti ini merupakan seorang istri dari warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro bernama Rendi.
Beberapa hari setelah persalinan, orang tua korban meminta untuk pulang lebih cepat, tidak mau diantar oleh pihak bidan desa.
Hanifah tidak menyangka, kepulangan pasangan suami istri itu justru berakhir demikian.
Apalagi, orang tua meninggalkan buku nikah sebagai jaminan.
Sebab, ada beberapa persyaratan administrasi yang belum dituntaskan.
“Biasanya kami antar, waktu itu bilangnya mau pulang sendiri, tidak tahunya bayinya malah ditinggalkan begitu saja. Pulang dari tempat praktek saya jam 2 siang, ada beberapa syarat administrasi yang belum selesai waktu ibunya pamit pulang, jadi buku nikahnya saya tahan,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis