RADAR JEMBER - Stok gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang ramadan dipastikan aman.
Pemkab Lumajang mulai mengajukan penambahan 100 persen secara fakultatif yang akan di drop selama beberapa hari menjelang ramadan.
Permintaan gas LPG atau gas melon menjelang ramadan naik dua kali lipat.
Fenomena ini rutin terjadi setiap menjelang ramadan, karena daya beli masyarakat cukup tinggi untuk kebutuhan memasak.
Utamanya, bagi PKL dadakan yang membuka lapak baru.
Mengantisipasi banyaknya permintaan, Pemkab Lumajang mulai menyiapkan skema
tambahan stok LPG dari PT. Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus.
“Kita ajukan 100 persen untuk Lumajang, yang akan di drop ke seluruh agen,” ucap Kabag Perekonomian dan SDA Lumajang, Bonni Momenta.
Sementara itu, rencana dropping gas melon akan dilakukan menjelang ramadan hingga H+7 ramadan.
Sistem dropping tersebut dilakukan secara bertahap. Berdasarkan surat edaran (SE) direktur jenderal migas pelaku usaha seperti restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha peternakan, pertanian, usaha tani dan tembakau termasuk usaha jasa las dilarang menggunakan gas melon tersebut.
“Kemungkinan di drop dua kali, tergantung dari PT. Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus.
Kami hanya mengajukan stok tambahan selama ramadan saja,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis