RADAR JEMBER - Penyakit aratan yang menimpa unggas ternyata masih menghantui warga.
Sampai saat ini, unggas warga masih banyak yang mati hingga rugi jutaan rupiah.
Wabah musiman itu menyebabkan kematian mendadak pada unggas yang dipicu oleh virus Newcastle Disease (ND) karena cuaca ekstrem.
Akibtanya, ayam terlihat lemas tak mau makan hingga akhirnya mati.
Kondisi ini menimpa unggas milik Jumali, warga Kecamatan Pasrujambe, belasan ekor ayam peliharaannya mati mendadak.
Bukan jenis ayam biasa melainkan ayam hias dengan harga jual tinggi.
“Matinya bertahap. Beberapa hari yang lalu 3 ekor ayam mati, terus kemarin 2 ekor mati,” ucapnya.
Pihaknya merugi hingga jutaan rupiah. Sedangkan per ekor ayam harganya bisa tempus Rp 750 ribu.
Tak ada pilihan untuk mempertahankan sebagian ayam lain yang masih bertahan hidup.
Tak hanya Jumali, beberap warga pemilik unggas nasibnya juga sama.
Namun, beberapa dari mereka yang ayamnya masih dalam kondisi sehat langsung dijual terlebih dahulu untuk meminimalisir kerugian.
“Daripada rugi banyak ayam yang sehat kita jual aja,” pungkas Dumiyati peternak ayam.
Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Endra Novianto, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan secara langsung penyakit yang disebabkan oleh virus. Penangannya hanya isolasi dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.
“Salah satunya bisa pakai ramuan herbal, dan rutin vaksinasi,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis