Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengaji Tanpa Melihat, Maulidia Zahira Buktikan Tunanetra Bisa Lancar Baca Alquran

Adeapryanis • Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:05 WIB
TELITI: Seorang penyandang tuna netra Maulidia Zahira membaca Alquran secara mandiri dan lancar dengan bantuan Alquran braille, kemarin.
TELITI: Seorang penyandang tuna netra Maulidia Zahira membaca Alquran secara mandiri dan lancar dengan bantuan Alquran braille, kemarin.

Radar Jember - Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.

Hal itu tergambar jelas dari semangat anak-anak penyandang tuna netra yang mampu membaca Alquran secara mandiri dengan bantuan Alquran Braille

Pagi itu, ruang kelas SLB Lumajang terasa lebih hening dari biasanya. Tak ada suara kursi diseret atau langkah kaki tergesa.

Hanya terdengar lantunan ayat suci Alquran, mengalun pelan namun pasti.

Di sudut ruangan, jari-jari kecil bergerak perlahan, menyusuri titik-titik timbul di atas lembaran kertas tebal.

Maulidia Zahira duduk tegak, wajahnya tenang. Meski matanya tak mampu melihat huruf-huruf yang dibacanya, setiap ayat mengalir lancar dari bibirnya.

Tangannya menelusuri Alquran Braille dengan penuh ketelitian, seolah setiap titik adalah cahaya yang menuntunnya memahami firman Tuhan.

Sesekali ia berhenti sejenak, menarik napas, lalu melanjutkan bacaan. Tak tergesa, tak ragu.

Hukum tajwidnya terdengar jelas, pelafalannya tepat. Bagi Zahira, membaca Alquran bukan sekadar pelajaran di kelas, melainkan bagian dari ibadah yang ia jalani dengan sepenuh hati.

Di seberang meja, seorang guru memperhatikan dengan sabar.

Tak banyak kata, hanya sesekali mengangguk kecil, memastikan setiap bacaan berjalan benar.

Di ruang sederhana itulah proses panjang itu terjadi hari demi hari, dengan kesabaran dan ketekunan.

Belajar membaca Alquran bagi anak-anak tunanetra bukan perkara mudah.

Mereka harus terlebih dahulu menghafal huruf-huruf Braille, memahami perbedaan titik, lalu menyesuaikannya dengan susunan ayat suci.

Namun, keterbatasan tak menyurutkan semangat. Justru dari sentuhan ujung jari itulah mereka menemukan cara sendiri untuk mengenal dan mencintai Alquran.

“Alhamdulillah, saya senang bisa membaca,” ucap Zahira lirih, dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya.

Senyum yang menyimpan rasa bangga, juga syukur. (dea/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#alquran braille #tunanetra #ayat suci #Lumajang