RADAR JEMBER - TAHUN ini BPBD Lumajang masih terus memantau perkembangan krisis air yang ada di Lumajang meski tahun kemarin terbilang aman.
Tahun ini, pihaknya tak bisa memastikan kapan krisis itu akan kembali terjadi sebab kondisi cuaca sering berubah-ubah.
Bahkan, belum ada rilis dari BMKG.
Biasanya masa krisis air akan terjadi ketika masuk musim kemarau pada bulan April mendatang dengan puncaknya pada bulan Juli-Agustus.
Mengacu pada tahun sebelumnya masa tanggap darurat mulai diterrbitkan.
“Tidak bisa dipastikan karena sampai saat ini BMKG belum merilis, biasanya setiap pekan sudah ada,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Lumajang Yudi Cahyono.
Namun, dia memastikan peta sebaran krisis air di Lumajang menurun.
3 Kecamatan mulai bisa mengkaver persoalan tersebut.
Aliran sungai kali asem kembali berjalan normal sehingga sawah mulai bisa dialiri, kemudian ketergantungan warga menggunakan sumur bisa diatasi dengan mengandalkan curah hujan tinggi.
“3 kecamatan sudah teratasi bukan karena sumber mata airnya tapi resapan yang kurang maksimal. Sedangkan jika puncak kemarau nanti memang terjadi, masa tanggap darurat akan ditetapkan,” pungkasnya. (dea)
Editor : Adeapryanis