Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sepanjang Tahun 2025 Lumajang Aman dari Krisis Air Bersih, Ternyata Gara-gara Ini

Adeapryanis • Rabu, 21 Januari 2026 | 05:21 WIB

ATASI: BPBD Lumajang saat melakukan dropping air bersih beberapa waktu lalu untuk cukupi kebutuhan warga.(ADE APRYANIS/RAME)
ATASI: BPBD Lumajang saat melakukan dropping air bersih beberapa waktu lalu untuk cukupi kebutuhan warga.(ADE APRYANIS/RAME)


RADAR JEMBER - Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Lumajang aman dari krisis air. Hal ini dipengaruhi karena perubahan cuaca.

Jika biasanya musim kemarau berkepanjangan, justru kemarin lebih didominasi kemarau basah.

Sehingga, serapan air cukup banyak.

Mengacu tahun 2024 ada 9 kecamatan meliputi Ranuyoso, Kedungjajang, Gucialit, Lumajang, Senduro, Sumbersuko, Klakah, Tempeh, Padang dan Senduro
yang menjadi titik krisis air, tahun kemarin turun menjadi 6 lokasi yang terdata di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

3 kecamatan yaitu Lumajang, Padang dan Sumbersuko sudah aman dari krisis air.

Bahkan titik lokasi yang diidentifikasi itu akhirnya diklaim aman.

Dampak kemarau basah membuat lokasi itu tercukupi kebutuhan airnya.

“Tahun 2025 aman, tidak ada krisis air. Droping air bersih juga tidak ada. Karena cuaca mendukung dan sering kemarau basah atau panas dan hujan. Jadi banyak sumber mata air yang masih menyimpan air,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Lumajang Yudi Cahyono.

Menurutnya tidak ada laporan warga yang meminta dropping air bersih sepanjang tahun 2025.

Biasanya bagian utara Lumajang seperti di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso jadi daerah langganan krisis air bersih.

Justru sebaliknya, kondisi ini aman.

Warga memanfaatkan sumber mata air yang tersedia.

Bahkan, saat langganan krisis air bersih warga sudah berinisiatif untuk membuat kolam terpal untuk menampung air hujan yang digunakan mandi dan sebagainya.


“Alhamdulillah tahun kemarin aman, kita siapkan terpal ini untuk menampung air hujan antisipasi jika krisis air kembali melanda,” ucap Muhammad Hasim warga sekitar. (dea)

 

Editor : Adeapryanis
#krisis air #Lumajang