RADAR JEMBER - Efisiensi anggaran memaksa dunia olahraga Bondowoso keluar dari zona nyaman.
Pola lama yang mengandalkan jumlah atlet besar kini ditinggalkan.
Seleksi diperketat, pembinaan diperpanjang, dan target prestasi dihitung lebih realistis.
Perubahan arah ini mulai dijalankan setelah kepengurusan baru KONI Bondowoso terbentuk di akhir 2025.
Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah tak boleh menjadi alasan berhentinya prestasi olahraga.
Namun, strategi harus disesuaikan.
“Dengan efisiensi ini, kita tidak bisa lagi pakai pola lama. Pembinaan harus lebih cerdas, lebih terukur, dan berbasis potensi atlet,” tegasnya.
Jika pada Porprov 2022 Bondowoso mengirim atlet sebanyak mungkin, kini pendekatannya berubah total.
Atlet yang dikirim ke level provinsi akan melalui proses kurasi ketat sejak tingkat kabupaten. Untuk melihat peluang yang lebih besar dalam mendapatkan medali.
“Kami fokuskan pada Puslatkab di sejumlah cabor. Kami juga akan menghitung seberapa besar potensi atlet kami berprestasi di Porprov,” imbuhnya.
Perubahan paling mencolok terlihat pada pola pemusatan latihan.
Durasi puslatkab yang sebelumnya hanya sekitar satu bulan, kini diperpanjang hingga enam bulan, bahkan dimulai jauh sebelum kalender kompetisi utama.
“Kami optimistis. Dengan semangat baru, sinergi KONI dan cabang olahraga, serta dukungan pemerintah daerah, prestasi Bondowoso bisa naik kelas,” tuturnya.
Ketua Koni Jatim, Muhammad Nabil mengatakan, rekrutmen hingga pembinaan yang matang, merupakan cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi.
Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dinilai menjadi cara yang efektif, untuk menemukan atlet potensial.
Sehingga ketika berlaga di Porprov, setiap cabang olahraga benar-benar mengirimkan atlet terbaiknya.
Atlet potensial yang terjaring dalam Porkab, dapat diteruskan dengan pemusatan latihan (Puslatcab).
Sehingga mereka memiliki waktu lebih panjang, untuk mematangkan kemampuan mereka. Dampaknya mereka akan lebih siap untuk berlaga di Porprov.
"Tidak ada pembinaan 3 bulan, 2 bulan. Itu pembinaan untuk waktu jangka pendek anak yang sudah matang," tandasnya. (ham)