Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Daging Ayam di Lumajang Terus Meroket, Ini Penyebabnya

Adeapryanis • Senin, 19 Januari 2026 | 16:46 WIB

MEROKET: Kebutuhan daging ayam di Lumajang terus meningkat meski harganya melonjak.(ADE APRYANIS/RAME)
MEROKET: Kebutuhan daging ayam di Lumajang terus meningkat meski harganya melonjak.(ADE APRYANIS/RAME)

RADAR JEMBER - Harga daging ayam sejak Jumat (16/1) mulai mengalami kenaikan.

Penyebabnya karena kebutuhan meningkat dan faktor penyakit aratan yang membuat unggas tiba-tiba mati mendadak.

Catatan Siskaperbapo, sebelumnya harga daging ayam ras tembus diangka Rp 36 ribu per kilogram.

Sedangkan saat ini naik Rp 1 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

Realitanya di pasaran harga itu terus mengalami kenaikan tergantung dari harga jual ditingkat peternak.

Pedagang daging ayam di Senduro, Qoyyum, menjelaskan kenaikan ini mengikuti harga jual dari peternak. Jika mereka membanderol harga tinggi, otomatis pedagang di pasar juga sama.

“Dari peternaknya begitu, sudah dua hari terjadi kenaikan. Tergantung momen juga kadang bisa sampai Rp 40 ribu per kilogram,” ucapnya.

Dugaannya, maraknya penyakit aratan sejak beberapa hari terakhir berpotensi jadi pemicu kenaikan daging ayam.

Karena unggas warga ada yang mati secara mendadak sehingga mempengaruhi produktivitas daging ayam.

Sedangkan permintaan daging ayam terus meningkat setiap harinya.

Banyak pelanggan tetap yang tak mau kehabisan.

Namun, tak lama setelah itu biasanya harga daging kembali normal tergantung dari ketersediaannya. 

“Bisa jadi karena itu, kami kan cuma dapat produknya. Memang nggak tentu ya, namanya barang dagangan apalagi kebutuhan pangan sewaktu - waktu harganya naik, kadang juga turun,” pungkas Hasanah, pedagang daging ayam di Lumajang. (dea/fid)

 

 

 

Daging Ayam Terus Meroket

SENDURO, Radar Semeru - Harga daging ayam sejak Jumat (16/1) mulai mengalami kenaikan. Penyebabnya karena kebutuhan meningkat dan faktor penyakit aratan yang membuat unggas tiba-tiba mati mendadak.

Catatan Siskaperbapo, sebelumnya harga daging ayam ras tembus diangka Rp 36 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini naik Rp 1 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogram. Realitanya di pasaran harga itu terus mengalami kenaikan tergantung dari harga jual ditingkat peternak.

Pedagang daging ayam di Senduro, Qoyyum, menjelaskan kenaikan ini mengikuti harga jual dari peternak. Jika mereka membanderol harga tinggi, otomatis pedagang di pasar juga sama. “Dari peternaknya begitu, sudah dua hari terjadi kenaikan. Tergantung momen juga kadang bisa sampai Rp 40 ribu per kilogram,” ucapnya.

Dugaannya, maraknya penyakit aratan sejak beberapa hari terakhir berpotensi jadi pemicu kenaikan daging ayam. Karena unggas warga ada yang mati secara mendadak sehingga mempengaruhi produktivitas daging ayam.

Sedangkan permintaan daging ayam terus meningkat setiap harinya. Banyak pelanggan tetap yang tak mau kehabisan. Namun, tak lama setelah itu biasanya harga daging kembali normal tergantung dari ketersediaannya. 

“Bisa jadi karena itu, kami kan cuma dapat produknya. Memang nggak tentu ya, namanya barang dagangan apalagi kebutuhan pangan sewaktu - waktu harganya naik, kadang juga turun,” pungkas Hasanah, pedagang daging ayam di Lumajang. (dea/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#harga ayam #Lumajang