RADAR JEMBER - Tidak sedikit akses jalan yang mengalami kerusakan, menyebar ke sejumlah kecamatan.
Setidaknya, Pemkab Lumajang telah memetakan ratusan kilometer akses jalan yang rusak. Rencananya, ratusan jalan rusak itu bakal dilakukan perbaikan secara bertahap.
Pemkab Lumajang menganggap pembangunan infrastruktur jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah.
Hingga saat ini, pemerintah daerah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, perbaikan ratusan kilometer jalan itu tidak semata berorientasi pada fisik infrastruktur, melainkan dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses jalan membaik, distribusi barang lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan aktivitas ekonomi tumbuh,” kata Bunda Indah sapaan akrabnya saat menghadiri silaturahmi Purnawirawan Polisi (PP) Cabang Lumajang di Pendapa Arya Wiraraja.
Menurutnya, penanganan 260 kilometer jalan rusak dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan berbasis prioritas.
Ruas-ruas strategis yang memiliki fungsi penghubung antar wilayah dan pusat aktivitas ekonomi menjadi fokus utama.
Salah satu akses jalan yang telah rampung diperbaiki adalah jalan Kali Semut dan Pasrujambe, serta jalur Tempursari–Gesang hingga Pasrujambe yang menjadi prioritas lanjutan.
“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya. Dengan akses yang terbuka, biaya distribusi bisa ditekan dan ekonomi warga bergerak lebih cepat,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis