RADAR JEMBER - Guguran awan panas Gunung Semeru dirasakan warga sekitar lereng gunung.
Beberapa kecamatan dilanda hujan abu makin intens, meskipun hujan yang turun tak terlalu tebal.
Hal ini dirasakan warga kecamatan sekitar baik itu, Candipuro dan Pasrujambe.
Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir yang membuat wilayah itu terdampak hujan abu.
Memang hujan abu yang turun tak terlalu besar, namun seringkali membuat penglihatan terganggu saat berkendara menaiki motor tanpa pelindung kepala atau pelindung mata.
“Mulai minggu kemarin sudah hujan abu. Gak besar, abunya juga nggak banyak. Tapi cukup menganggu juga,” ucap Abdul Rohmat warga Pasrujambe.
Sementara itu, guyuran hujan abu terlihat dengan jelas di lantai depan rumah.
Kondisinya abu sangat halus dan seringkali membuat lantai rumah menjadi licin.
Sementara itu, aktivitas Gunung Semeru saat ini masih rutin mengeluarkan letusan dengan jarak luncur paling tinggi sejauh 5 kilometer.
Terakhir erupsi berlangsung pukul 10.45 WIB, kemarin dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 115 detik. “Erupsi Gunung Semeru masih berlangsung.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak pusat erupsi,” pungkas petugas PPGA Mukdas Sofian. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis