RADAR JEMBER - Ancaman cuaca ekstrem berdampak pada hasil panen sawah petani Lumajang.
Sebab, serangan hama terus menyerang lahan pertanian seluas 17,5 hektar di berbagai kecamatan yang membuat produktivitas padi menurun.
Informasinya, serangan hama itu berupa wereng batang coklat (WBC).
Penyebabnya, karena musim tanam yang tidak serempak, penggunaan pestisida yang berlebihan, pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang terlambat sehingga mucul persoalan hama yang menyerang lahan tanaman padi milik warga.
“Cuaca ekstrem berakibat pada timbulnya masalah tersebut. Terutama serangan hama WBC dan berpotensi berdampak pada semua lahan pertanian di Lumajang,” ucap Ketua P3NA Provinsi Jawa Timur, Ishak Subagyo.
Sejauh ini, total ada 5 kecamatan yang terdampak serangan hama.
Diantaranya tersebar di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sukodono, Jatiroto, dan Kedungjajang.
Lima kecamatan itu jadi daerah penyerangan hama teberat.
Petani yang terdampak tak bisa berbuat banyak, selain melakukan pengendalian yang tidak cukup hanya dengan penyemprotan, tetapi juga harus diimbangi dengan pengaturan pola tanam yang baik untuk mengurai serangan hama.
Menurutnya, perlu tambahan insektisida yang tepat dan tidak berlebih untuk menjaga kualitas tanaman.
“Petani diminta melakukan pengecekan tanaman ke seluruh lahan untuk memantau perkembangan tanaman. Jika ada potensi serangan hama, maka bisa langsung dikendalikan agar penyebarannya tak meluas,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis