RADAR JEMBER - Sampai saat ini total ada 25 dari 34 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mangantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
9 diantaranya masih terus berproses memenuhi sejumlah persyaratan.
Ketua Tim Kerja Penyehatan Lingkungan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Arie Risdiyanti, menjelaskan pada tahap 1 ada 7 SPPG yang menerima SLHS, tahap 2 ada 18 SPPG sedangkan 9 lainnya dalam pemenuhan berkas termasuk masih menunggu hasil verifikasi lapangan serta hasil uji laboratorium kualitas air dan pangan sebelum diterbitkan SLHS.
“25 SPPG sudah menerima SLHS. Semua SPPG atau dapur umum terus didampingi sampai sertifikat itu terbit,” ucapnya.
Menurutnya selama pemberkasan lengkap dan verifikasi lapang sesuai maka proses SLHS bisa berjalan dengan cepat.
Hal ini dilakukan sebagai upaya bentuk kepatuhan SPPG terhadap standart higiene dan sanitasi dalam penyediaan makanan bergizi gratis.
Termasuk prosedur berupa kepatuhan terhadap SOP pengujian kualitas air dan pangan harus memenuhi syarat baik uji mikrobiologi maupun kimia ikut dilakukan.
Sementara itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menjalankan SPPG. Diantarnya untuk mengetahui kebersihan lingkungan, sanitasi, dan air.
Tujuannya, untuk memastikan semua proses penyaluran MBG tetap aman dikonsumsi penerima manfaat.
“Tujuannya itu, untuk uji higeinitasi sehingga MBG yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis