RADAR JEMBER - Memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketersediaan stok ternak babi di Lumajang dipastikan aman dan stabil.
Meski tren kebutuhan pangan menjelang akhir tahun meningkat, namun tidak berdampak signifikan pada kebutuhan daging babi, baik untuk pasar lokal maupun pengiriman ke luar daerah.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, drh. Endra Novianto, menjelaskan, saat ini populasi babi di Lumajang tercatat sebanyak 2.052 ekor.
Sentra peternakan tersebut mayoritas terpusat di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun dengan jumlah populasi sekitar 1.500 ekor, sementara sisanya dikelola oleh peternak rakyat skala kecil.
"Biasanya memang ada peningkatan pengiriman dari Lumajang ke Surabaya, tetapi untuk konsumsi di dalam Lumajang sendiri sudah terpenuhi dari peternakan lokal, terutama di Tunjungrejo," ucapnya.
Menurutnya, Kabupaten Lumajang lebih banyak menyuplai kebutuhan luar daerah daripada mendatangkan ternak dari luar. luar.
Pengiriman ke luar kota, seperti di Surabaya, berjalan rutin dengan intensitas 30 hingga 40 ekor setiap minggunya.
Sementara itu, kebutuhan untuk pasar lokal di Kabupaten Lumajang terpantau jauh lebih rendah, di kisaran 40 ekor per bulan.
"Selama ini meskipun ada perayaan natal dan tahun baru, selalu stabil," tambahnya.
Hal itu dirasakan langsung oleh Cahyono, warga Yosowilangun selaku konsumen.
Menurutnya, harga daging babi di tingkat pengecer masih sama seperti hari-hari biasa.
Sebab selama ini pecinta daging babi lebih dominan dari keturunan Tionghoa.
Selama ini harga daging babi cenderung stabil di kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu per kilogram," pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis