Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

6 Buah Koleksi Prasasti Pasrujambe Tersedia di Museum Lumajang, Ternyata Ini Keunikannya

Adeapryanis • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:10 WIB

PAMERKAN: Warga Lumajang saat melakukan kunjungan ke Museum Kabupaten Lumajang untuk melihat ratusan koleksi peninggalan sejarah kuno.(ADE APRYANIS/RAME)
PAMERKAN: Warga Lumajang saat melakukan kunjungan ke Museum Kabupaten Lumajang untuk melihat ratusan koleksi peninggalan sejarah kuno.(ADE APRYANIS/RAME)

RADAR JEMBER - Secara  keseluruhan total ada 33 prasasti Pasrujambe Lumajang  diantaranya  6 Prasasti menjadi koleksi Museum dan masih terjaga keberadaannya, sedangkan sisanya tersebar di beberapa daerah.

Arkeolog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Aries Purwantiny, menjelaskan 5 prasasti itu berupa tulisan yang menggunakan bahasa jawa kuno, sedangkan 1 prasasti lainnya berbentuk diagram atau simbol.

Prasasti itu mulai terdata sejak tahun 2020, dan menjadi  salah satu koleksi Masterpiece di Museum Daerah  Kabupaten Lumajang.

Prasasti ini merupakan bukti bahwa Wilayah Pasrujambe merupakan Kadewaguruan atau Mandala yang merupakan tempat pembelajaran bagi para  ksatria, pendeta maupun mpu (pande) yang bermukim di kawasan Pasrujambe untuk menuntut ilmu.

"Jumlah 33 buah selain 6 buah di Museum Daerah Kab Lumajang, terdapat 19 buah di Museum Mpu Tantular, 2 dimiliki pribadi warga dari Lumajang Kemudian 7 buah lagi tidak diketahui keberadaannya" ucapnya.

Menurutnya, prasasti itu memiliki keunikan tersendiri dari huruf dan bahasa kawa kuna yang berisikan nama seeorang, nama dewa, dan nama tempat dan berupa peraturan tentang pernikahan, peraturan dalam beribadah dan larangan membuka hutan untuk menjaga keseimbangan alam serta ada  prasasti yang berbentuk diagram berupa simbol surya yang dinilai memiliki makna 8 penjuru mata angin dan bagian tengahnya sebagai pusat bumi sekaligus Simbol Yantra yang membuktikan bahwa  dahulu leluhur kita sudah mengenal Astrologi.

prasasti Pasrujambe berangkat  tahun 1381/1391 saka.

Atau setara dengan 1459/1469 masehi  sekitar abad XIII-XIV.

"Prasasti Pasrujambe ini mengingatkan akan hidup manusia yang harus seimbang dengan  alam  sehingga dijauhkan dari bencana dan marak bahaya" pungkasnya. (Kl/dea)

Editor : Adeapryanis
#Museum Lumajang #Prasasti Pasrujambe #Lumajang