RADAR JEMBER - Secara keseluruhan total ada 33 prasasti Pasrujambe Lumajang diantaranya 6 Prasasti menjadi koleksi Museum dan masih terjaga keberadaannya, sedangkan sisanya tersebar di beberapa daerah.
Arkeolog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Aries Purwantiny, menjelaskan 5 prasasti itu berupa tulisan yang menggunakan bahasa jawa kuno, sedangkan 1 prasasti lainnya berbentuk diagram atau simbol.
Prasasti itu mulai terdata sejak tahun 2020, dan menjadi salah satu koleksi Masterpiece di Museum Daerah Kabupaten Lumajang.
Prasasti ini merupakan bukti bahwa Wilayah Pasrujambe merupakan Kadewaguruan atau Mandala yang merupakan tempat pembelajaran bagi para ksatria, pendeta maupun mpu (pande) yang bermukim di kawasan Pasrujambe untuk menuntut ilmu.
"Jumlah 33 buah selain 6 buah di Museum Daerah Kab Lumajang, terdapat 19 buah di Museum Mpu Tantular, 2 dimiliki pribadi warga dari Lumajang Kemudian 7 buah lagi tidak diketahui keberadaannya" ucapnya.
Menurutnya, prasasti itu memiliki keunikan tersendiri dari huruf dan bahasa kawa kuna yang berisikan nama seeorang, nama dewa, dan nama tempat dan berupa peraturan tentang pernikahan, peraturan dalam beribadah dan larangan membuka hutan untuk menjaga keseimbangan alam serta ada prasasti yang berbentuk diagram berupa simbol surya yang dinilai memiliki makna 8 penjuru mata angin dan bagian tengahnya sebagai pusat bumi sekaligus Simbol Yantra yang membuktikan bahwa dahulu leluhur kita sudah mengenal Astrologi.
prasasti Pasrujambe berangkat tahun 1381/1391 saka.
Atau setara dengan 1459/1469 masehi sekitar abad XIII-XIV.
"Prasasti Pasrujambe ini mengingatkan akan hidup manusia yang harus seimbang dengan alam sehingga dijauhkan dari bencana dan marak bahaya" pungkasnya. (Kl/dea)
Editor : Adeapryanis