RADAR JEMBER - Aktivitas Gunung Semeru setiap harinya mengalami erupsi.
Bahkan, abu yang dikeluarkan dari perut gunung itu dirasakan warga Kecamatan Pasrujambe. Sejak 4 hari terakhir abu itu sampai ke pemukiman warga.
Nur Aini, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe mengaku hujan abu terjadi sejak Minggu (14/12) lalu.
Letusan erupsi yang mengarah ke Kecamatan Pasrujambe membuat lantai rumah warga dipenuhi abu vulkanis.
Tak berselang lama lantai rumahnya dibersihkan, abu itu kembali mucul dan mengotori halaman rumahnya.
Selain itu, abu yang dihasilkan membuat penglihatan terganggu.
Terutama bagi warga yang mengendarai motor tanpa menggunakan pelindung kepala.
Abu seringkali masuk ke mata hingga menimbulkan rasa perih.
“Sudah 4 hari hujan abu, nggak besar cuma kalau naik motor itu berasa banget. Makanya perlu pakai pelindung kepala atau kacamata,” ucapnya.
Sementara itu, aktivitas Gunung Semeru sampai saat ini masih mengeluarkan letusan setinggi 800 meter.
Erupsi terjadi sejak pagi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur dan tenggara.
Bahkan, suara gemuruh yang dihasilkan dari letusan Semeru kerap kali terdengar.
Warga diimbau untuk tetap waspada tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
“Termasuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terjadi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga dengan jarak 17 kilometer dari puncak,” pungkas petugas PPGA Yadi Yuliandi. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis