Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Salah Satu Relief Jadi Koleksi Museum Lumajang, Bakal Tetapkan Situs Kedungsari Sebagai Cagar Budaya

Adeapryanis • Kamis, 18 Desember 2025 | 01:53 WIB

PANTAU: Tim ahli cagar budaya (TACB) saat melihat relief situs Kedungsari di Museum Lumajang. (ADE APRYANIS/RAME)
PANTAU: Tim ahli cagar budaya (TACB) saat melihat relief situs Kedungsari di Museum Lumajang. (ADE APRYANIS/RAME)

 

RADAR JEMBER - Kabupaten Lumajang saat ini memiliki dua cagar budaya yang telah ditetapkan di antaranya situs Randuangung dan situs Candipuro atau Gedong Putri.

Tahun ini, rencananya bakal ada empat situs baru yang akan ditetapkan sebagai cagat budaya pemkab salah satunya situs Kedungsari, yang terletak di Dusun Kedungsari, Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir.

Penetapan cagar budaya itu dilakukan berdasarkan hasil dari rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya dan ekonomi.

Penepatan Situs Kedungsari sebagai cagar budaya harus melalui penelitian dan kajian yang jelas dan valid. 

“Situs Kedungsari sudah dilakukan penelitian selama 30 hari, saat ini masih dalam proses tahapan rekomendasi penetapan, setelah itu diajukan sebagai Cagar Budaya melalui penetapan Surat Keputusan Bupati Lumajang,” ucap Arkeolog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Aries Purwantiny.

Beberapa temuan relief yang ada di situs itu adalah Relief Sankha, Relief Ghana, Relief Kuda dan Relief Gajah.

Tak hanya sekedar nama, relief itu memiliki makna untuk melambangkan setiap temuan yang ada.

Salah satunya Relief Ghana memiliki makna manusia setengah dewa yang melambangkan mahluk kerdil, untuk menopang atau menyanggah relung-relung candi.

“Jadi setiap relief maknanya berbeda tergantung dari masing-masing relief yang raya,” pungkasnya. (kl/dea/fid)

Editor : Adeapryanis
#SItus #Museum Lumajang #Kedungsari