RADAR JEMBER - Warga terdampak lahar dingin terus dipantau kesehatannya.
Tim kesehatan, setiap hari harus melalui DAS aliran lahar untuk sampai ke posko pengungsian di perbukitan.
Meski seringkali terkendala akses jalan.
Kapus Candipuro, Eta Devi Amalia, menjelaskan aliran lahar dingin yang tiba-tiba membesar membuat petugas seringkali menyebrang menggunakan bego di daerah sekitar untuk sampai ke lokasi.
Tingginya debit air sungai, membuat mereka terpaksa mencari alternatif lain untuk sampai ke posko pengungsian memeriksa kesehatan warga terdampak.
“Kalau muter jalannya sangat jauh, akhirnya kadang harus menerabas aliran sungai atau menggunakan bego,” ucapnya.
Sementara itu, proses pemeriksaan rutin dilakukan setiap harinya dengan meliputi pengecekan dasar.
Seperti tekanan darah, untuk deteksi dini adanya penyakit yang bisa membuat kesehatannya terganggu.
Tim Kesehatan, Dinas Kesehatan Lumajang, Marfuah, menjelaskan pemeriksaan ibu hamil dan anak juga ikut diperhatikan.
Mereka masuk kategori kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih serius.
Menurutnya, sejauh ini tidak ada warga yang membutuhkan penanganan serius.
Kondisi kesehatan mereka terpantau aman dengan dilengkapi obat-obatan yang memadai.
“Sejauh ini aman, hanya USG inu hamil dan pemeriksaan anak-anak dengan peralatan yang lebih memadai,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis