Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Mempertahankan Loji Blawan Jejak 131 Tahun Kolonial Belanda di Ijen untuk Menjaga Nilai Historis

Ilham Wahyudi • Jumat, 12 Desember 2025 | 14:28 WIB

KOKOH: Salah seorang pengunjung Loji Blawan atau kini dikenal Catimor Homestay melihat keunikan bangunan yang ada sejak zaman kolonial.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
KOKOH: Salah seorang pengunjung Loji Blawan atau kini dikenal Catimor Homestay melihat keunikan bangunan yang ada sejak zaman kolonial.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Sejumlah bangunan peninggalan kolonial Belanda di Kecamatan Ijen, Bondowoso, masih berdiri kokoh hingga kini.

Salah satu yang paling autentik adalah Loji Blawan, yang kini dikenal sebagai Catimor Homestay di Desa Kalianyar, sebuah bangunan berumur 131 tahun yang nyaris tidak tersentuh renovasi besar sejak pertama dibangun pada 1894.

Dulunya, Loji Blawan merupakan rumah tinggal Meneer Belanda, dan setelah diserahkan ke pemerintah Indonesia beralih fungsi menjadi rumah administratur atau pembesar perkebunan.

Baru pada 2012 bangunan ini resmi difungsikan sebagai penginapan yang dikelola PTPN.

Di bagian depan bangunan, tulisan “Anno 1894” masih terpampang jelas sebagai penanda usianya. Yang membuatnya istimewa, sebagian besar material asli masih dipertahankan, termasuk dinding bambu, dinding bata, hingga lantai yang sejak era kolonial belum pernah diganti.

“Tak pernah renovasi. Dinding ini dari zaman Belanda, lantai juga masih asli. Kami hanya melakukan pengecatan terakhir tahun 2002,” jelas Setyobudi, Sekper PTPN 1 Regional 5.

Di dalam bangunan, tetap dipertahankan tungku-tungku perapian yang dulu digunakan untuk menghangatkan ruangan pada udara dingin Ijen.

Sementara dinding-dindingnya dipenuhi lukisan bernuansa lama yang keberadaannya bahkan tidak terlacak asal-usulnya.

“Waktu saya masuk tahun 2011 sudah begini. Tanya senior juga bilang demikian. Tidak ada yang berani memindah karena takut mengurangi nilai historis dan artistiknya,” ujarnya.

Catimor Homestay kini menyediakan kamar seharga Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu per malam.

Di belakang bangunan utama, telah dibangun unit kamar baru, namun bangunan inti Loji Blawan tetap dipertahankan keasliannya.

Bangunan ini juga pernah menjadi lokasi syuting film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (2016) yang dibintangi Bunga Citra Lestari. “Dalam cerita itu, ayah BCL digambarkan dirawat di sini,” imbuhnya.

Selain Loji Blawan, peninggalan kolonial lainnya di kawasan Ijen antara lain Pesanggrahan Sempol dan Guest House 1927 Jampit, yang sama-sama menjadi saksi sejarah masa kejayaan perkebunan di pegunungan Ijen. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#Pemkab Bondowoso #historis #LOJI