Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pengungsi Lahar Semeru Lumajang Mulai Tinggalkan Bukit, Mulai Pindah ke Kantor Desa

Atieqson • Rabu, 10 Desember 2025 | 16:07 WIB

MENGUNGSI: Sejumlah warga yang sebelumnya memilih mengungsi di tenda di perbukitan dekat kawasan pemukiman yang terendam.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
MENGUNGSI: Sejumlah warga yang sebelumnya memilih mengungsi di tenda di perbukitan dekat kawasan pemukiman yang terendam.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

RADAR JEMBER - Tidak sedikit korban terdampak banjir lahar dingin yang rumahnya rusak memilih mengungsi di bukit di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Namun, kali ini seluruh korban itu akhirnya mulai pindah ke kantor desa setempat.

Sebelumnya, belasan hingga puluhan kepala keluarga bersikukuh mengungsi di bukit, tidak jauh dari pemukiman yang terendam banjir lahar dingin.

Mereka memilih di lokasi itu karena tak rela meninggalkan pemukiman yang menjadi tempat masa kecil mereka.

“Berat mau pindah, soalnya sanak saudara di sini (Dusun Sumberlangsep, Red) semua. Tetapi, belakangan memang banjir lahar dingin juga menakutkan. Ya terpaksa kami mau pindah,” kata Siti Aminah.

Sebetulnya lokasi tempat pengungsian atau kantor desa yang lebih aman tidak keluar dari kawasan Desa Jugosari.

Kurang lebih jaraknya hanya sekitar dua kilometer. Namun, sebagian besar pengungsi memilih untuk bertahan di bukit.

“Rumah memang sudah terendam oleh banjir lahar dingin. Tidak ada tempat tinggal, tetapi ya lebih enak di bukit. Dekat dengan rumah,” katanya.

Setidaknya ada belasan rumah yang terendam di Dusun Sumberlangsep. Termasuk rumah Siti Aminah.

Proses pemindahan itu pun penuh drama. Tidak sedikit yang mengeluarkan air mata karena tidak rela meninggalkan kawasan atau tempat hidup sejak kecil. Namun, untuk demi keamanan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho tetap mengimbau warga untuk mengungsi ke kantor desa meskipun banyak yang menolak.

Sebab, jika terjadi banjir susulan, petugas tidak lagi kesulitan dalam memberikan bantuan.

“Tetap kita imbau agar warga mau mengungsi karena kita tidak tahu apakah akan ada banjir yang besar lagi ke depan, mengingat prediksi BMKG, ancaman cuaca ekstrem,” pungkasnya. (son/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#pengungsi #lahar dingin semeru