RADAR JEMBER - Potensi banjir lahar dingin Gunung Semeru masih mengancam.
Pemkab Lumajang memastikan warga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro untuk pindah tempat.
Sebab, potensi banjir lahar masih cukup tinggi.
Apalagi menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga akhir tahun, hujan deras bakal mengguyur sebagian besar kawasan Lumajang.
Praktis, potensi banjir lahar susulan sedang mengancam, terutama bagi warga yang tinggal di sebelah aliran lahar.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, ada dua langkah prioritas yang sedang dilakukan.
Pertama memastikan warga untuk meninggalkan Dusun Sumberlangsep.
Kedua, Pemkab Lumajang juga bakal melakukan mengembalikan jalur lahar atau melakukan normalisasi.
“Sebetulnya mengembalikan jalur dan menormalisasi jalur itu juga kalau lahar datang akan tertutup lagi. Karena saking banyaknya material yang terbawa dari atas. Menurut BMKG, prediksi sampai akhir bulan ini hujan intensitas tinggi. Ini peringatan buat kita dan masyarakat,” katanya.
Bunda Indah sapaan akrabnya bakal segera melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kaitannya dengan penanganan korban yang terdampak aliran lahar dingin, utamanya ratusan warga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB, dan kebetulan hari ini (kemarin, Red) ada direktur penanganan darurat dari BNPB. Kemudian BNPB akan membangun jembatan gantung sepanjang 270 meter. Lokasi itu juga sudah disurvei,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis