RADAR JEMBER - Sebagian besar korban terdampak erupsi Gunung Semeru telah mendapat jatah hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
Namun, puluhan kepala keluarga di antaranya ternyata masih belum mendapat hunian tetap.
Informasi yang berhasil dihimpun, setidaknya ada 232 rumah kepala keluarga yang mengalami kerusakan akibat terkena dampak erupsi Gunung Semeru.
Namun, rata-rata mereka telah menerima huntap. Sedangkan, 90 kepala keluarga di antaranya belum menerima, karena dulu tidak terdampak.
Sekretaris Daera (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, puluhan orang masih dilakukan verifikasi ulang untuk memastikan jumlah kepala keluarga yang kehilangan rumah.
Tujuannya untuk menghindari data ganda.
Sebab, jumlah itu berkaitan dengan penyediaan hunian tetap.
“Sebagian besar mereka telah menjadi penghuni hunian tetap di Sumbermujur, itu kita imbau untuk kembali menempati. Kemudian ada beberapa keluarga yang benar-benar tidak termasuk korban tahun 2021, dan hari ini terdampak rumahnya habis,” katanya.
Menurutnya, puluhan kepala keluarga yang terdampak tahun ini dan belum memiliki hunian tetap bakal diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 600 ribu selama enam bulan ke depan.
Saat ini, dipersilakan mencari kontrakan untuk berlindung selama menunggu kesediaan hunian tetap.
“Pengungsi sudah kita lakukan pendataan, jumlahnya ketemu sekitar 232 kepala keluarga. Sebagian ada yang punya hunian tetap. Kemudian kami lakukan verifikasi lagi dan ketemu sekitar 90 orang. Nah, 90 ini kami teliti lagi, khawatir ada yang double atau ada yang pecah KK,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis