RADAR JEMBER - Pemantauan risiko pascaerupsi Gunung Semeru di Lumajang makin diperkuat lewat pemanfaatan teknologi modern.
Tujuannya untuk memastikan keselamatan warga dan efisiensi penanganan bencana berjalan lancar.
Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan, BNPB dan BPBD memanfaatkan drone, CCTV, dan early warning system (EWS) untuk memetakan wilayah terdampak sekaligus mendeteksi potensi risiko lanjutan, termasuk banjir lahar dan awan panas.
Semua perangkat yang sempat rusak akibat erupsi Semeru beberap waktu lalu mulai diperbaiki, sinyal diperkuat, dan sistem dikalibrasi sehingga pemantauan real-time dapat dilakukan dengan akurat dan cepat.
“Teknologi ini memungkinkan kita merespons potensi ancaman dengan segera, melindungi warga di pengungsian maupun yang masih berada di sekitar wilayah terdampak,” ucapnya.
Pemanfaatan teknologi ini bagian dari mitigasi bencana.
Mekanisme pemantauan yang tepat, membuat potensi kebencanaan lanjutan bisa diantisipasi dengan lebih cepat. Peringatan kedaruratan bisa dilakukan lebih awal untuk menjaga keamanan warga Lumajang.
“Harapannya itu, potensi bencana bisa dideteksi lebih awal. Untuk memastikan tingkat keamanan warga yang berada di lokasi rawan bencana,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis