RADAR JEMBER - Aktivitas Gunung Semeru akhinya turun setelah dari Level IV atau awas menjadi Level III atau siaga sejak Sabtu (29/11) kemarin.
Hal ini dikarenakan karena kondisi vulkanik gunung itu cenderung lebih stabil.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa tanda-tanda suplai magma baru dari kedalaman tidak terdeteksi.
Data dari pemantauan seismik memperlihatkan rendahnya aktivitas vulkanik dalam.
Variasi kecepatan seismik yang sebelumnya turun sebelum erupsi kini kembali stabil, sementara data tiltmeter dan GPS tidak menunjukkan pola pergerakan magma baru.
Penurunan status tersebut terhitung sejak pukul 09.00 WIB. berdasarkan informasi dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Secara visual, masih sering terjadi letusan berulang dengan skala kecil–menengah, kolom asap putih kelabu setinggi 300 - 1.000 meter. Guguran lava teramati dengan jarak luncur 800 - 1000 meter ke Besuk Kobokan," ucapnya.
Meski statusnya turun menjadi level III atau Siaga pihaknya menghimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor Tenggara sepanjang sungai Besuk Kobokan, sejauh 13 Kilometer dari puncak.
"Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu panas (pijar)," pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis