Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Selada di Lumajang Tembus Rp 80 per Kilogram, Ketersediaannya Mulai Menipis

Adeapryanis • Jumat, 28 November 2025 | 13:56 WIB

PANEN: Petani selada hidroponik saat memanen sayuran beberapa waktu lalu.(ADE APRYANIS/RAME)
PANEN: Petani selada hidroponik saat memanen sayuran beberapa waktu lalu.(ADE APRYANIS/RAME)

RADAR JEMBER - Ketersediaan selada hidroponik di Lumajang kian menipis. Sampai-sampai harga sayuran tersebut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga biasanya.

Hal itu diduga karena karena permintaan sayuran jenis selada yang terus meroket.

Sebelumnya harga selada hidroponik diangka Rp 20 ribu per kilogram.

Namun, sejak sebulan terakhir di tingkat petani harganya naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Sedangkan di pasar bisa tembus Rp 80 ribu per kilogram.

Sebab, pedagang menjadi tangan ketiga setelah petani dan tengkulak.

Petani hidroponik asal Kedungjajamg, Arif Hermawan, menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh permintaan pasar yang membludak dengan orderan setiap hari mencapai puluhan kilogram.

“Sudah sebulan lalu memang harganya naik. Permintaan pasar seperti suplai di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG, Red) terus meningkat,” ucapnya.

Bahkan sampai saat ini, ketersediaan selada jarang ditemui.

Berdasarkan hasil pantauan di beberapa petani daerah kota Lumajang jumlah selada terus berkurang.

Termasuk di beberapa Kecamatan lainnya seperti Pasirian, Kedungjajang ikut ludes.

Bahkan, stok di Kabupaten Jember juga kosong.

Petani hirdroponik asal Pasirian, Gisfah, juga sama.

Saat ini petani sedang memasuki masa tanam, sehingga ketersediaan sayuran hidrponik sulit ditemui.

“Di Lumajang kosong semua, jember sama. Di Kediri juga ada tapi barangnya masih sedikit,” pungkasnya. (dea/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#melonjak #selada hidroponik #Lumajang