RADAR JEMBER - Sepekan pascaerupsi Gunung Semeru, tapi dampak letusen sekunder berupa abu vulkanis masih dirasakan oleh pengguna jalan.
Sejak Selasa (25/11), kemarin abu yang dihasilkan makin tebal hingga beterbangan dan menutupi jalan.
Pantauan di lokasi, abu yang dihasilkan saat itu dua kali lebih tebal dari biasanya. Sebab, tidak turun hujan sama sekali.
Sehingga ketika mulai memasuki kawasan Gladak Perak, jalanan makin tak terlihat.
Sebab saat kendaraan besar melintas abu ikut terbawa dan menutupi jalan.
Ahmad Shaleh, pengguna jalan, mengaku abu vulkani smembuat baju yang dikenakan dan motor yang dikendarai ikut berubah warna menjadi abu-abu dan terlihat sangat kotor. Berikutnya, abu itu mengganggu penglihatan dan pernapasan.
“Yang hari ini lebih tebal, sampai nggak bisa lihat jalan terus debunya masuk ke mata,” ucapnya.
Sementara itu, sejak pagi terpantau beberapa warga sekitar menyiram jalan agar tak berdebu dengan cara manual menggunakan selang untuk mengurangi kepulan debu yang membuat rumah menjadi kotor.
Bahkan, tim gabungan ikut menyiram jalan sejak pagi kemarin agar tidak licin dan jalan kembali normal.
Termasuk memasang papan larangan di Gladak Perak, agar warga tak berhenti di lokasi itu karena menganggu arus lalu lintas.
“Terus kami siram agar debunya hilang, untuk menjaga keamanan pengguna jalan,” pungkas Danru Damkar Lumajang, Zaenuri. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis