Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pengungsi Erupsi Gunung Semeru, Rata-rata Alami Penyakit ISPA

Adeapryanis • Rabu, 26 November 2025 | 14:28 WIB

SIAP SIAGA: Petugas kesehatan stand by di posko pengungsian untuk melayani serta memantau kesehatan warga terdampak.(ADE APRYANIS/RAME)
SIAP SIAGA: Petugas kesehatan stand by di posko pengungsian untuk melayani serta memantau kesehatan warga terdampak.(ADE APRYANIS/RAME)

RADAR JEMBER - Dampak erupsi Gunung Semeru terhadap kesehatan korban mulai terlihat.

Rata-rata mereka menderita penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Sebab, abu vulkanis masih beterbangan hingga membuat daya tahan tubuh menurun.

Catatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang menyebutkan, urutan pertama penyakit terbanyak adalah  ISPA, disusul oleh chepalgya, myalgia, gastritis, dermatritis, febris yang didominasi usia rentan 15-60 tahun. 

Mereka yang menderita penyakit ISPA, bisa diakibatkan dari abu dari erupsi Gunung Semeru yang mengiritasi saluran pernapasan hingga menyebabkan ISPA.

Sehingga gejala ringan berupa batuk, pilek yang bisa menularkan ke warga bermunculan.

“Benar, kemungkinan dari abu vulkanis dan kesehatannya menurun, sehingga menyebabkan ISPA,” ucapn Kabid Pegendalian Penyakit, Dinkes Lumajang, Marshall Trihandono.

Bahkan sejak awal terjadi bencana, diagnosa penyakit itu terus terjadi setiap hari. Namun, penyakit ISPA tak terlalu membahayakan asalkan penanganannya cepat.

Biasanya penyakit itu akan berlangsung selama 2 minggu.

Sementara itu, kebutuhan obat-obatan diklaim masih mencukupi untuk mengkaver kebutuhan warga.

Baik itu oralit, zinc tab, ampxilin syrup dan masih banyak lainnya.

Total ada 365 warga terdampak yang menerima layanan kesehatan.

“Berdasarkan laporan kemarin memang sebanyak itu. Sudah ada petugas yang berjaga dan warga yang terjangkit ISPA langsung ditangani,” pungkasnya. (dea/fid)

Editor : Adeapryanis
#ispa #penyintas Erupsi Gunung Semeru