RADAR JEMBER – Upaya penanganan pascabencana erupsi Gunung Semeru terus dipercepat.
Utamanya dengan melakukan mitigasi infrastruktur di aliran lahar Besuk Kobokan.
Kali ini, sejumlah alat berat diterjunkan untuk membuka jalur aliran lahar.
Tampak sejumlah tim gabungan fokus melakukan normalisasi alur sungai Besuk Kobokan.
Tidak hanya itu, penguatan tanggul penahan lahar Gunung Semeru juga dilakukan untuk mengantisipasi aliran lahar meluber ke pemukiman warga di sekitar sungai.
Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, kegiatan saat itu berhasil menuntaskan pembersihan jalur evakuasi di area terdampak dengan membuat bendungan dan pengalihan aliran material vulkanik.
“Alat berat BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai, Red) Brantas melakukan pembukaan alur sungai dengan lebar rata-rata 10 meter. Untuk memastikan aliran lahar tidak meluap lagi,” ucapnya.
Setidaknya BBWS Brantas menerjunkan dua unit ekskavator dan dua unit loader untuk membuka alur sungai.
Bahkan tim gabungan juga aktif melakukan penutupan alur baru yang mulai mengarah ke pemukiman warga.
Sebab khawatir lahar dingin kembali menerjang saat hujan turun.
Penutupan dilakukan dengan memperkuat area tepi sungai Besuk Kobokan menggunakan bongkahan batu besar. Penguatan tanggul penahan lahar juga menjadi prioritas.
Tanggul eksisting yang semula memiliki tinggi sekitar 4 meter, kini dinaikkan menjadi 6 meter untuk meningkatkan daya tahan terhadap volume lahar dingin. “Harapannya aliran lahar tetap pada jalurnya, agar tidak sampai meluber ke pemukiman warga,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis