radarjember.id - Endapan material vulkanis Gunung Semeru memang menumpuk di sepanjang sungai Besuk Kobokan.
Namun, kali ini Pemkab Lumajang melarang seluruh aktivitas pertambangan untuk dihentikan selama sementara waktu.
Material vulkanis yang mengendap di sepanjang aliran itu saat ini memang masih panas.
Bahkan, ketika hujun turun sangat deras, letupan-letupan kecil di sepanjang sungai masih sering terjadi.
Bahkan, letupan itu juga disertai kepulan asap berwarna putih yang pekat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Triyono menjelaskan, material vulkanis di sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru saat ini juga kondisinya sering terjadi hujan.
Kondisi ini tentu membahayakan warga terlebih penambang pasir karena ada potensi banjir lahar.
Melihat kondisi itu, kali ini Pemkab Lumajang mengeluarkan surat edaran kepada para penambang agar menghentikan aktivitas pertambangan selama beberapa waktu.
Tujuan menghentikan aktivitas penambangan pasir tersebut untuk menghindari ancaman bencana yang masih menghantui.
Menurutnya, pembukaan aktivitas penambangan pasir bakal dilakukan setelah melihat kondisi Semeru dinyatakan aman.
Sebab, sampai saat ini, status gunung tersebut masih berada di level 4 atau awas.
“Bupati sudah mengeluarkan surat edaran kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas pertambanganya sampai dengan kondisi memungkinkan,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis