radarjember.id - Produktivitas pisang mas kirana di Lumajang semakin melimpah.
Sampai-sampai over produksi, yang berdampak pada anjloknya harga jual pisang tersebut.
Kondisi itu diperkirakan bakal berlangsung selama dua bulan.
Sebab, sejumlah kecamatan memasuki musim panen.
Setidaknya ada tiga kecamatan yang memasuki musim panen pisang mas kiranya. Anjloknya harga pisang telah dirasakan sejak beberapa hari terakhir.
Panen pisang serentak membuat petani yang berdiri sendiri akhirnya kebingungan untuk melakukan pengiriman.
Sebelumnya, harga jual pisang untuk grade A bisa tembus Rp 8 ribu per kilogram, sedangkan saat ini turun menjadi Rp 4 ribu per kilogram.
“Sekarang harganya benar-benar anjlok, sekarang yang dipikirkan bagaimana menutup operasional sedangkan harga pisang turun,” ucap Edi Suyitno, petani pisang.
Kabid Holtikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hendra Suwandaru menjelaskan, rata-rata penurunan harga terjadi di pada petani dengan sistem penjualan bebas.
Mereka tidak punya pasar tetap yang bisa mengkaver produksi pisang.
Sehingga petani hanya bisa menerima harga jual itu.
Sedangkan kondisi tersebut akan berlangsung selama dua bulan.
Berbeda dengan petani yang sudah bermitra dengan off taker maka mereka akan mendapatkan kepastian harga.
“Selain itu karena banyak buah lainnya yang panen ini juga mempengaruhi harga jual pisang. Saat ini kami sedang berupaya menghubungkan petani dengan mitra atau off Sewu Segar Nusantara (SSN) dengan catatan petani ini tidak bisa berdiri sendiri agar kekuatannya tidak lemah,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis