radarjember.id - Semula Pemkab Lumajang menetapkan masa tanggap darurat bencana sejak tanggal 1 November - 7 November, namun kali ini diperpanjang sepekan lagi.
Sebab, di batas akhir masa tanggap, tanggul di Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian jebol.
Apalagi, setiap hari turun hujan sangat deras merata di seluruh kawasan di Lumajang.
Ditambah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan prediksi cuaca selama sepakan. Informasinya, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Lumajang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, belakangan ini dampak cuaca ekstrem di Lumajang cukup menghawatirkan.
Tidak hanya terjadi banjir, sejumlah jembatan yang rusak juga bertambah. Total ada sepuluh jembatan yang mengalami kerusakan.
“Jadi kita perpanjang, BMKG sudah memberikan prediksi terkait cuaca. Termasuk salah satunya di Lumajang. Kita berjaga-jaga, ini kemarin tanggul jebol di Gondoruso. Kemudian jembatan putus. Ini Jembatan putus sudah saya hitung ada delapan. Berarti 10 dengan dua yang diperbaiki oleh Gubernur,” katanya.
Saat ini tersisa delapan jembatan lainnya yang mengalami kerusakan, tetapi masih belum tersentuh perbaikan.
Menurutnya, berbagai langkah terus dilakukan untuk menekan dampak bencana. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanganan.
“Sekarang tinggal 8 (jembatan, Red) yang belum tersentuh. Kami terima ini sebagai ketentuan dari Allah, dan insyaallah ini cara Allah untuk menguatkan kami meningkatkan kesabaran, ini caranya Allah. Ini kita terima dengan cara bersyukur dan berupaya melakukan penanganan,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis