radarjember.id - Realisasi investasi hingga triwulan III tahun ini cukup membanggakan.
Sebab, nilainya mencapai Rp 1,9 triliun. Investasi itu tersebar di berbagai sektor usaha di Lumajang.
Harapannya, investasi itu berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang.
Informasinya, investasi itu tersebar di berbagai sektor, di antaranya sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, pertambangan dan industri pengolahan.
Praktis, Lumajang dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi berkelanjutan di Jatim.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk menciptakan ekosistem investasi yang transparan, kondusif, dan berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai potensi itu siap dikenalkan secara strategis ke dunia.
“Investasi bukan sekadar angka, tetapi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Semua sektor harus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah,” katanya.
Menurutnya, saat ini tengah dilakukan penguatan berbagai sektor unggulan, seperti agroindustri, hilirisasi produk pertanian, pariwisata berkelanjutan, serta industri kreatif berbasis potensi lokal.
Semua itu didorong untuk pembangunan ekonomi yang inklusif.
Bunda Indah menjelaskan, pentingnya kolaborasi strategis lintas sektor, pemerintah, investor, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk menciptakan iklim investasi yang berintegritas, cepat, dan aman.
“Tidak ada lagi pungli. Pelayanan publik harus prima, dan investor harus merasa aman," pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis