radarjember.id - Pasca jebolnya tanggul kali regoyo di Kecamatan Candipuro, warga setempat langsung melakukan kerja bakti untuk membuat jalan darurat, supaya akses warga bisa kembali melintasi di kawasan tersebut.
Saat ini aktivitas telah kembali normal.
Saat banjir mulai surut, warga melakukan gotong-royong.
Di mulai dengan melakukan pembersihan di kawasan sungai, kemudian membuat tanggul sementara penahan air sungai di Kali Regoyo agar air tak sampai meluap.
Sedangkan saat ini, aktivitas warga kembali normal. Air banjir mulai surut, akses warga untuk melintas di kecamatan tetangga bisa dilalui dengan melewati aliran sungai.
“Sudah normal kembali, tapi untuk aktivitas terpaksa melintasi sungai karena tanggulnya jebol,” ucap Kasun Gelandangan Petung, Hari.
Sementara itu, dampak jebolnya tanggul penahan air membuat 20 makam baru di kawasan itu tersapu banjir.
Beberapa warung ikut terdampak, sebagian bangunan warung ada yang rusak parah karena terjangan air sungai yang deras.
Mereka berharap, perbaikan dari Pemkab Lumajang segera dilakukan. Sehingga jalan yang biasa dilalui bisa digunakan kembali seperti semula.
“Harapannya itu, karena setiap hujan pasti banjir dan keselamatan warga terancam terutama di kawasan terdekat dengan aliran sungai,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis