Grafis
Delapan Kecamatan Terdampak Cuaca Ekstrem
- Kecamatan Padang
a. Longsor di jalan penghubung Desa Padang - Desa Mojo. Tinggi 8 meter, lebar 20 meter.
b. Longsor di jalan penghubung Desa padang dan Kalisemut.
c. Banjir genangan Dusun Krajan 2 RT 13 RW 03, Desa Mojo
- Kecamatan Sukodono
a. Banjir genangan di RW 09 Desa Dawuhan Lor
b. Banjir genangan di Dusun Biting RW 08 Desa Kutorenon
c. Banjir genangan di Perum Sakinah Desa Sumberejo
d. Banjir genangan di Perum Bumirejo Desa Sumberejo
e. Banjir genangan RT 04 RW 08 Dusun Biting Desa Kutorenon
- Kecamatan Kedungjajang
Longsor di Dusun Gondang RT 01 RW 09 Desa Krasak (penghubung Desa Dadapan dan Gucialit)
- Kecamatan Lumajang
a. Banjir Genangan di Kelurahan Tompokersan RW 23.
b. Genangan air di Jalan Letjen Sutoyo RT 01 RW 07 Kelurahan Rogotrunan
c. Bangunan roboh bagian kamar mandi RT 05 RW 07 Kelurahan Tompokersan
- Kecamatan Candipuro
a. Genangan air di Jalan Nasional Desa Sumberwuluh
b. Longsoran di KM 54 dan 56 Piket Nol
c. Genangan air di RT 01 RW 01 Desa Candipuro
- Kecamatan Pronojiwo
a. Longsor menimpa rumah warga di Desa Tamanayu
b. Longsor menimpa rumah di Desa Sumberurip.
c. Banjir Kali Manggisan, Dusun Manggisan, Desa Tamanayu
- Kecamatan Tempursari
Luapan sungai Sukosari (mengalami kenaikan debit yang cukup signifikan).
- Kecamatan Pasirian
Pohon Tumbang menimpa rumah warga di Dusun Krajan RT 01 RW 04 Desa Bago. Korban atas nama Supandi, 54 tahun dan mengalami luka pada kepala Bagian belakang, mata lebam sisi kanan. Korban mendapat pertolongan pertama di RSUD Pasirian.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
radarjember.id - Setelah kecamatan Rowokangkung dan Kecamatan Jatiroto, kali ini giliran delapan kecamatan di Lumajang terdampak cuaca ekstrem.
Ada yang terdampak banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Paling parah bencana banjir terjadi di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, hujan deras terjadi sejak Sabtu (01/11) pukul 17.30. Beberapa jam berikutnya, warga di kawasan Jagalan Lumajang terkena banjir.
Berikutnya, ratusan rumah yang terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono ikut digenangi banjir.
Suman salah satu warga Desa Sukodono mengatakan, sekitar pukul 19.00, air mulai masuk ke dalam rumah.
Hanya sekitar satu jam berikutnya air genangan langsung mencapai 50 sampai 150 meter.
Beberapa barang dan perabotan rumah tangga tidak banyak yang bisa diselamatkan.
“Mulai Maghrib (Sabtu 01/11, Red) pas hujan deras itu langsung banjir, banyak rumah warga yang kena, ini tingginya sudah sampai dada. Sebetulnya mulai hujan deras dan terjadi banjir di Rowokangkung itu sudah waspada, tetapi hari berikutnya aman. Nah, sekarang (Sabtu 01/11, Red) ini langsung banjir,” katanya.
Kades Kutorenon Faisal Rizal mengatakan, setidaknya ada tiga RW yang terdampak banjir genangan.
Di antaranya, RW 8, 9 dan RW 10.
Saat ini masih dilakukan asesmen untuk penanganan lebih lanjut. Sejumlah warga yang terdampak banjir parah langsung dilakukan evakuasi.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, setelah melakukan asesmen, petugas langsung berkeliling mengendarai kano untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak yang terjebak di dalam rumahnya.
Menurutnya, selain banjir di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, ada tujuh kecamatan lainnya yang terdampak ancaman bencana lain seperti longsor dan pohon tumbang. Di antaranya, Kecamatan Padang, Kedungjajang, Lumajang, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari dan Kecamatan Pasirian.
“Saat ini tim masih menyisir dan melakukan evakuasi sambil asesmen dampak. Kami juga telah memetakan sejumlah kecamatan yang terdampak berikut penanganannya. Kami juga mengirimkan logistik makanan siap saji untuk korban terdampak yang membutuhkan,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis