Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banjir di Lumajang Meluas Hingga ke Jatiroto, Dua Desa Terdampak Genangan Air Satu Meter

Atieqson • Minggu, 2 November 2025 | 11:54 WIB

TERDAMPAK: Salah satu warga Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto saat menunggu air surut di rumahnya, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
TERDAMPAK: Salah satu warga Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto saat menunggu air surut di rumahnya, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

radarjember.id - Ribuan rumah warga yang terletak di Kecamatan Jatiroto kali ini mulai merasakan dampak cuaca ekstrem.

Hujan deras yang turun hampir setiap hari tersebut kini telah membuat halaman hingga dalam rumah mereka terendam banjir genangan.

Hujan turun sangat deras merata di sejumlah wilayah Lumajang sejak pukul 23.00 Kamis (30/10) hingga pukul 03.00, berganti hari.

Akibat hujan deras itu, sungai Jatiroto meluap hingga mengakibatkan dua desa di kecamatan tersebut terendam banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, total rumah yang terdampak banjir genangan tersebut mencapai 1.225 rumah.

Rinciannya, di Desa Rojopolo terdapat 1.185 rumah dan Desa Kaliboto Kidul 40 rumah.

Ghozali warga Desa Rojopolo Kecamatan Jatiroto mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 04.30, tepat setelah dirinya selesai salat berjamaah.

Tiba-tiba genangan banjir tersebut langsung masuk memenuhi dalam rumahnya.

“Saya tidak menyangka kalau hujan deras itu mengakibatkan banjir. Tidak sampai kepikiran lah. Setelah salat, tiba-tiba air masuk ke rumah, ya kaget. Saya langsung mencabut seluruh perabotan yang tersambung listrik, ya khawatir korslet,” katanya.

Menurutnya, banjir ini memang cukup mengagetkan.

Sebab, selama ini kawasan di daerahnya tidak pernah terkena dampak banjir.

Banjir pernah terjadi pada belasan tahun silam.

“Ya tidak mikir untuk menyelamatkan barang sudah, mikirnya menyelamatkan nyawa dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Jatiroto Kutum Hadi Kasiyan mengatakan, hujan deras telah membuat ribuan rumah warga terdampak.

Setidaknya ada dua desa yang terkena banjir genangan akibat luapan sungai Jatiroto. 

“Hujan turun memang sangat deras. Kelihatannya merata di seluruh wilayah di Lumajang. Yang terdampak 3 dusun, Dusun Persil dan Dusun Pokapan di Desa Rojopolo, sama Dusun Petung di Desa Kaliboto Kidul,” katanya.

Menurutnya, selama 15 tahun dua kawasan ini tidak pernah mengalami banjir.

Diketahui, banjir terjadi akibat sumbatan yang terdapat di hilir sungai. “15 tahun tidak banjir, baru sekarang ini banjir, karena di hilirnya ada sumbatan dan butuh dilakukan normalisasi,” pungkasnya. (son/fid)

ATIEQSON MAR IQBAL/RAME

TERDAMPAK: Salah satu warga Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto saat menunggu air surut di rumahnya, kemarin.

 

Banjir Meluas Hingga Jatiroto

Dua Desa Terdampak Genangan Air Satu Meter

JATIROTO, Radar Semeru - Ribuan rumah warga yang terletak di Kecamatan Jatiroto kali ini mulai merasakan dampak cuaca ekstrem. Hujan deras yang turun hampir setiap hari tersebut kini telah membuat halaman hingga dalam rumah mereka terendam banjir genangan.

Hujan turun sangat deras merata di sejumlah wilayah Lumajang sejak pukul 23.00 Kamis (30/10) hingga pukul 03.00, berganti hari. Akibat hujan deras itu, sungai Jatiroto meluap hingga mengakibatkan dua desa di kecamatan tersebut terendam banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, total rumah yang terdampak banjir genangan tersebut mencapai 1.225 rumah. Rinciannya, di Desa Rojopolo terdapat 1.185 rumah dan Desa Kaliboto Kidul 40 rumah.

Ghozali warga Desa Rojopolo Kecamatan Jatiroto mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 04.30, tepat setelah dirinya selesai salat berjamaah. Tiba-tiba genangan banjir tersebut langsung masuk memenuhi dalam rumahnya.

“Saya tidak menyangka kalau hujan deras itu mengakibatkan banjir. Tidak sampai kepikiran lah. Setelah salat, tiba-tiba air masuk ke rumah, ya kaget. Saya langsung mencabut seluruh perabotan yang tersambung listrik, ya khawatir korslet,” katanya.

Menurutnya, banjir ini memang cukup mengagetkan. Sebab, selama ini kawasan di daerahnya tidak pernah terkena dampak banjir. Banjir pernah terjadi pada belasan tahun silam. “Ya tidak mikir untuk menyelamatkan barang sudah, mikirnya menyelamatkan nyawa dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Jatiroto Kutum Hadi Kasiyan mengatakan, hujan deras telah membuat ribuan rumah warga terdampak. Setidaknya ada dua desa yang terkena banjir genangan akibat luapan sungai Jatiroto. 

“Hujan turun memang sangat deras. Kelihatannya merata di seluruh wilayah di Lumajang. Yang terdampak 3 dusun, Dusun Persil dan Dusun Pokapan di Desa Rojopolo, sama Dusun Petung di Desa Kaliboto Kidul,” katanya.

Menurutnya, selama 15 tahun dua kawasan ini tidak pernah mengalami banjir. Diketahui, banjir terjadi akibat sumbatan yang terdapat di hilir sungai.

“15 tahun tidak banjir, baru sekarang ini banjir, karena di hilirnya ada sumbatan dan butuh dilakukan normalisasi,” pungkasnya. (son/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#Bencana Alam #banjir lumajang