RADAR JEMBER – Rencana pembangunan Tol Probolinggo–Lumajang (Tol ProLajang) disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di wilayah Tapal Kuda.
Jalur tol sepanjang 32 kilometer ini diyakini akan membawa banyak manfaat, terutama dalam mengurai kemacetan dan mempercepat akses antarwilayah, termasuk layanan darurat seperti kesehatan.
Selama ini, jalur utama penghubung antara Probolinggo dan Lumajang kerap dipadati kendaraan berat dan truk logistik, terutama di kawasan Leces dan Klakah.
Kondisi ini sering menimbulkan kemacetan panjang, bahkan menyebabkan keterlambatan transportasi barang dan kendaraan darurat. Dengan adanya Tol ProLajang, masyarakat berharap perjalanan antarwilayah bisa lebih cepat dan aman.
Selain itu, warga juga berharap tol ini dapat mendorong pemerataan pembangunan ekonomi. Banyak pelaku usaha kecil menilai kehadiran tol akan meningkatkan mobilitas perdagangan serta menarik lebih banyak wisatawan ke daerah Lumajang dan Probolinggo.
Tol ProLajang akan menjadi jalur alternatif yang memangkas waktu tempuh dari lebih dari satu jam menjadi sekitar 30 menit.
Dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp4,7 triliun, proyek ini juga diproyeksikan menyerap banyak tenaga kerja lokal selama masa pembangunan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa pembangunan tol akan memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, termasuk dalam hal pembebasan lahan dan kompensasi yang adil.
Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, Tol ProLajang akan mulai dikerjakan pada 2026 dan diharapkan beroperasi penuh pada 2028. Proyek ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk membuka akses ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Timur serta memperkuat jaringan infrastruktur Trans-Jawa.
Lebih dari sekadar infrastruktur, Tol ProLajang diharapkan menjadi jembatan bagi kesejahteraan sosial masyarakat Tapal Kuda. Akses yang lebih mudah akan memudahkan distribusi hasil pertanian, memperluas peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Bahkan, sektor pariwisata dan pendidikan pun berpotensi tumbuh seiring meningkatnya mobilitas penduduk.
Bagi masyarakat Lumajang dan Probolinggo, tol ini bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga harapan baru menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Penulis: Yasmin Alia Zuhriasa
Editor : M. Ainul Budi