RADAR JEMBER – Proyek pembangunan Tol Probolinggo–Lumajang (Tol ProLajang) tak hanya diproyeksikan sebagai jalur transportasi cepat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi baru di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Jalan tol sepanjang 32 kilometer ini diharapkan mampu memperlancar arus logistik, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses menuju destinasi wisata unggulan di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Lumajang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pisang, tebu, dan kopi di Jawa Timur. Namun, keterbatasan akses jalan membuat proses distribusi ke pasar besar seperti Surabaya dan Pasuruan memakan waktu lama dan biaya tinggi.
Dengan hadirnya Tol ProLajang, pengiriman hasil pertanian diharapkan menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha lokal.
Selain mendorong sektor ekonomi, tol ini juga diyakini akan membuka peluang besar bagi dunia pariwisata.
Jalur Tol ProLajang akan menghubungkan wisatawan langsung ke kawasan alam menakjubkan seperti Gunung Semeru, Ranu Pane, dan Pantai Wotgalih yang selama ini sulit dijangkau akibat padatnya jalur utama.
Tak hanya mempercepat akses, proyek tol ini juga diharapkan memunculkan pusat ekonomi baru di sekitar pintu tol, seperti kawasan rest area, UMKM, dan kuliner lokal.
Jika sesuai rencana, pembangunan fisik Tol ProLajang akan dimulai pada tahun 2026 setelah proses pembebasan lahan rampung.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas di kawasan selatan dan mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di luar wilayah Surabaya–Malang.
Penulis: Yasmin Alia Zuhriasa
Editor : M. Ainul Budi