radarjember.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Semeru ternyata bukan dibekukan, melainkan hanya stagnan.
Dari sebagian kegiatan usaha yang dijalankan, tersisa satu yang masih tetap bertahan.
Yaitu, unit usaha distributor pupuk bagi petani di Lumajang.
Sebelumnya, perusahaan plat merah itu memang sempat memiliki beberapa unit usaha.
Di antaranya, terminal pasir atau stockpile terpadu, produsen beras dan distributor pupuk.
Namun, stockpile terpadu terpaksa dan produsen beras dihentikan.
Gara-garanya kurang menguntungkan.
Plt Perumda Semeru Yudho Hariyanto mengatakan, kegiatan usaha yang dikelola oleh perusahaan memang dinilai stagnan oleh KPM atau Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Gara-garanya, selama ini penyertaan modal yang diberikan hampir setiap tahun terus merugi.
“Ya cuma stagnan, bukan dibekukan. Jadi kami masih memiliki satu unit usaha distributor pupuk. Itu masih jalan, bahkan dalam sebulan terakhir untung lumayan. Meskipun tidak banyak, perkembangan setiap bulan terus menunjukkan peningkatan-peningkatan,” katanya.
Menurutnya, saat ini pihaknya terus fokus melakukan perbaikan dan pengembangan usaha.
Setelah diamanahi menjabat sebagai Plt, pihaknya langsung melakukan evaluasi.
Baik itu memperbaiki pola manajemen, mengatur ulang jumlah sumber daya manusia dan lain sebagainya.
“Bulan September kita untung sebesar Rp 30 juta. Kemudian bulan berikutnya naik menjadi Rp 50 juta dengan ketersediaan stok yang masih lumayan banyak. Kami akan terus berbenah sambil menunggu keuangan daerah normal. Karena untuk membuat usaha baru memang butuh modal,”
Yudho menjelaskan, jumlah karyawan juga terus disesuaikan dengan kemampuan keuangan.
Sebelumnya, berjumlah 11 orang , namun kali ini hanya ada 5 orang, termasuk dia yang menjabat Plt.
“Sekarang posisi jabatan direktur sengaja dikosongi sambil menunggu kebijakan pimpinan,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis