radarjember.id - Memasuki musim pancaroba kasus Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Lumajang hingga bulan ini mencapai 52.348 kasus.
Tak menutup kemungkinan sampai akhir tahun nanti akan bertambah selama kondisi musim yang seperti ini.
Catatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (Dineks P2KB) Lumajang grafik tahun ini mulai menurun.
Tahun 2023 jumlahnya mencapai 58.698 kasus, tahun 2024 naik menjadi 60.273 kasus, sedangkan tahun ini sampai dengan Oktober mencapai 52.348 kasus.
Rata-rata infeksi itu didominasi oleh usia remaja, dewasa mencapai 41 persen.
Terbanyak kedua adalah usia anak menuju remaja sebanyak 25 persen, urutan ketiga oleh kalangan usia bayi hingga anak kurang dari 5 tahun dengan persentase 16 persen.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono menjelaskan, penyebaran penyakit tersebut di pelbagai kecamatan.
Kondisi virus yang cepat menyebar membuat kasusnya makin cepat berkembang.
“Tidak terdeteksi di lokasi mana saja, karena rata-rata diakibatkan oleh virus. Sehingga cepat berkembang melalui udara,” ucapnya.
Sementara itu, jenis rhinovirus jadi penyebab penyebaran kasus ISPA terbanyak yang sering menjangkit penderita.
Disusul virus influenza dan jenis lainnya.
Penyakit tersebut tidak begitu membahayakan.
Virus yang menjangkit akan sendirinya hilang hingga tubuh kembali dalam keadaan normal.
Sedangkan penyakit ISPA normalnya akan berlangsung hingga 14 hari.
Namun, jika lebih dari waktu tersebut wajib melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Khawatir terdapat bakteri yang menyerang tubuh.
“Kalau kurang dari waktu itu masih aman, karena tubuh akan merespons virus yang masuk. Kemungkinan hanya flu biasa. Tapi kalau sudah lewat 14 hari wajib periksa dan melakukan laboratorium khawatir terja
Editor : Adeapryanis